Sabtu, 24 Desember 2016

Seni dan Kebudayaan Kota Banyuwangi


Banyuwangi merupakan kota yang berbatasan dengan kabupaten Situbondo di bagian utara, selat bali di bagian timur, samudra hindia di bagian selatan dan kabupaten Jember di bagian sebelah barat. Selama ini kita mungkin taka asing lagi dengan beberapa icon dari kota banyuwangi yang telah mendunia. Sebut saja kawah ijen dengan kecantikan alamnya yang menghipnotis, dan pantai pelengkung yang menjadi salah satu pantai dengan ombak berkelas dunia.
Namun ternyata kota yang memiliki semboyan the sunrise of java ini tak hanya memukau dengan keindahan alamnya. Karena berbagai seni dan budaya asli masih hidup di kota blambangan ini. bahkan beberapa kesenian ini menjadi asset yang cukup menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Sebut saja tarian gandrung yang begitu menghipnotis atau tari seblang yang seolah kaya akan nuansa mistis, atau tarian kebo keboan yang tak kalah maknanya.

Berikut merupakan beberapa kesenian dan budaya yang ada di kabupaten Banyuwangi:
1.      Tari Gandrung
Tarian yang satu ini telah menjadi lambang kota Banyuwangi hingga Banyuwangi sering dipanggil sabagai Kota Gandrung. Tari Gandrung adalah tari perayaan panen yang terinspirasi pada pesona Dewi Sri yang dianggap sebagai Dewi Padi dan Kemakmuran. Pada awalnya tarian ini diperankan oleh para laki-laki yang didandani layaknya para perempuan. Namun kini para penari perempuan yang masih terlihat aktif. Hal ini dikarenakan fatwa para ulama' yang melarang laki-laki berdandan dan berkelakuan seperti perempuan. Namun yang kini menjadi ikon Kota Banyuwangi adalah Tarian Gandrung wadon atau Tarian Gandrung Wanita.


2.      Tari Seblang
Tari seblang merupakan cikal bakal terciptanya tari gandrung. Tari ini masih dilestarikan dua desa di Banyuwangi, yakni Desa Oleh Sari dan Desa Bakungan. Dua desa ini memiliki kesamaan dalam pelaksannanya yakni penari adalah seorang wanita yang ketika menari dimasuki roh halus nenek moyang. Namun dua desa ini juga memiliki beberapa perbedaan dalam detail pelaksanaannya. Desa Oleh Sari memilih penari seorang wanita kecil yang belum akil balig. Sedangkan di Desa Bakungan penarinya adalah wanita yang sudah berumur dan tidak lagi mengalami haid (menopause). Waktu pelaksanaan juga berbeda, jika Desa Oleh Sari melaksanakannya di satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, maka Desa Bakungan melaksanakannya satu minggu setelah Hari Raya Idul Adha.


3.      Tari Puput Bayu
Merupakan Tari Banyuwangi bernuansa perang. Puput Bayu merupakan perang terkejam di Banyuwangi antara para penduduk asli Blambangan dan VOC Belanda. Peperangan ini dikemas dalam sebuah seni tari yang diberi judul "Tari Puput Bayu".




4.      Janger
Teater Janger atau kadang disebut Damarwulan atau Jinggoan, merupakan pertunjukan rakyat yang sejenis dengan ketoprak dan ludruk. Pertunjukan ini hidup dan berkembang di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur serta mempunyai lakon atau cerita yang diambil dari kisah-kisah legenda maupun cerita rakyat lainnya. Selain itu juga sama-sama dilengkapi pentas, sound system, layar/ tirai, gamelan, tari-tarian dan lawak. Serta pembagian cerita dalam babak-babak yang dimulai dari setelah Isya hingga menjelang Subuh.



5.      Jaranan
Kesenian ini adalah kesenian yang unik dan menarik. Istilah Jaranan Butho mengadopsi nama tokoh legendaris Minakjinggo (terdapat anggapan bahwa Minakjinggo itu bukan berkepala manusia, melainkan berkepala raksasa yang mana dalam bahasa jawa disebut Butho). Jaranan butho dimainkan oleh 16-20 orang yang dihimpun dalam 8 grup. Instrumen musik Jaranan Buto terdiri atas seperangkat gamelan yang terdiri dari 2 bongan (musik perkusi), 2 gong (besar dan kecil) atau kencur, sompret (seruling), kecer (instrumen musik berbentuk seperti penutup gelas yang terbuat dari lempengan tembaga), dan 2 kedang. Sebagai instrumen peraganya/utamanya adalah replika (penampang samping) kuda kepang yang berbentuk kuda raksasa yang terbuat dari anyaman bambu. Wajah raksasa (jaranan butho) didominasi warna merah menyala, dengan kedua mata yang besar sedang melotot. Kesenian ini biasanya dilakukan pada pukul 10.00 – 16.00 WIB. Pada puncak pertunjukan, biasanya penari jaranan butho mengalami kesurupan. Penari tersebut tidak sadar dan akan mengejar orang yang menggodanya dengan siulan. Selain itu, penari yang dalam keadaan kesurupan tersebut mampu memakan kaca, api, ayam hidup dengan memakan kepalanya hingga mati dan sebagainya. Dalam kesenian ini didukung oleh seorang pawang yang bertanggung jawab terhadap penari-penari atau penonton yang ikut kesurupan. Ia bertugas membantu untuk menyadarkan kembali penari jaranan butho serta penonton yang ikut kesurupan.


6.      Kebo Keboan
Dan kesenian asli banyuwangi lainnya adalah ritual kebo keboan yang juga merupakan tradisi khas suku osing. Ritual ini dilakukan untuk memohon kepada tuhan agar panen mereka subur dan dijauhi oleh mala petaka. Penggunaan lambing kerbau dipakai karena kerbau merupakan mitra kerja para petani yang setia menemani disawah.Sementara kerbau yang diperankan oleh manusia kian melambangkan hubungan khusus antara kerbau dan para petani. Ritual kebo keboan dibagi dalam beberapa tahapan yakni tujuh hari sebelum pelaksanaan sang pawang melakukan meditasi di beberapa tempat yang dianggap keramat.


7.      Petik Laut
Merupakan ritual adat yang dilakukan oleh para nelayan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus sebagai ritual untuk menghormati mahluk lain yang dipercaya tinggal di dasar laut. Ritual yang selalu dilangsungkan oleh masyarakat nelayan di seluruh wilayah pantai Banyuwangi ini dilaksanakan setiap 1 Suro karena dianggap sakral. Inti dari ritual pethik laut ini adalah melarungkan sesaji berupa makanan dan buah – buahan, emas dan kepala kebau atau kambing yang diletakkan di atas perahu kecil, dengan ratusan perahu nelayan yang dihiasi dengan umbul – umbul mengantar sesaji tersebut hingga ke tengah laut. Ritual pethik laut dilaksanakan di setiap pantai – pantai nelayan seperti di Muncar, Grajagan, Blimbingsari, Pancer dll.


8.      Barong Kemiren
Kesenian banyuwangi berikutnya adalah barong kemiren. Selain tarian bentuk kesenian ini juga menggunakan media barong. Kesenian ini diyakini suku osing sangat sacral sehingga ada perlakuan khusus karena barong kemiren berhubungan dengan buyut cilik yang diyakini oleh penduduk setempat sebagai cikal bakal desa.Karena pada saat saat tertentu barong diupacarai, diberi sesaji dan dirawat dengan hati hati. sebelum memulai pementasan, ritual dilakukan terlebih dahulu oleh sang spiritual bersama seseorang yang memiliki hajatan atau syukuran. Puncak kesenian yang dimulai dari malam pukul 9 ini berakhir pukul 6 pagi setelah salah satu lakon mulai kesurupan.



9.      Angklung Caruk
Angklung adalah seni khas Banyuwangi. Para pemainnya terdiri dari 12 sampai 14 orang. Instrumen musik terbuat dari bamboo dan memiliki empat jenis pertunjukan yaitu, angklung caruk, angklung tetak, angklung paglak, dan angklung Blambangan. Kata "caruk" berasal dari kata asli Banyuwangi yang berarti "pertemuan". Dua kelompok bertemu dan bersaing untuk bermain angklung bersama yang disebut angklung caruk.  Biasanya ada tiga kelompok penonton. Satu kelompok mendukung satu kelompok angklung dan kelompok penonton lainnya mendukung kelompok angklung kedua. Kelompok ketiga adalah penonton netral.

Rabu, 25 Juni 2014

Wisata Kota Banyuwangi

Banyuwangi merupakan kota paling timur di Pulau Jawa. Kota Banyuwangi luasnya 5.782,50 km².  terletak diantara koordinat 7,43° – 8,46° Lintang Selatan dan 113,53° – 114,38° Bujur Timur dan dengan ketinggian antara 25–100 meter di atas permukaan laut. Banyuwangi menduduki peringkat ke-11 dari daftar 50 kabupaten/kota terkaya se-Indonesia tahun 2012 versi Warta Ekonomi atau nomor dua terkaya di tingkat Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya.
Kota Banyuwangi memiliki potensi yang sangat besar, baik di bidang wisata, kebudayaan maupun perekonomiannya. Dari segi wisata, Banyuwangi memiliki beragam tempat wisata yang cukup menarik dan terkenal untuk anda kunjungi.
Tempat-Tempat Wisata yang ada di Banyuwangi:
1.    Kawah Ijen (Ijen Crater)
Kawah Ijen adalah sebuah danau yang berwanra kebiruan yang terletak di Gunung Ijen. Kawah Ijen letaknya di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Situbondo. Salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan dari luar negeri, apalagi ada sebuah fenomena api biru atau bluefire atau blueflame yang hanya ada 2 di dunia. Perjalanan ke Gunung Ijen butuh pendakian sekitar 3 jam, cukup melelahkan namun semua akan terobati kala menyaksikan keindahan dan pesona wista kawah Ijen.

2.    Pantai Plengkung (G-Land)
Pantai Plengkung atau G-Land merupakan spot surfing terbaik di Asia Tenggara. Plengkung menjadi salah satu surganya para peselancar dunia. Ombaknya tergolong sangat tinggi, besar dan menantang sehingga pernah menjadi salah satu tempat kompetisi surfing intenasional. Para peselancar tingkat dunia banyak yang berdatangan ke pantai yang masih dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo.


3.    Pantai Rajegwesi
Pantai Rajegwesi termausk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Pantai ini letaknya di desa Sarongan kecamatan Pesanggaran. Jaraknya lumayan jauh dari kota Banyuwangi. Untuk mencapai pantai ini anda akan melewati perkebunan karet, coklat dan sebagainya. Pantainya yang bersih dengan pasir putih yang indah membentang yang di batasi bukit-bukit hijau yang indah. Siapapun yang pergi ketempat ini tidak akan merasa bosan, karena pantai ini juga dekat dengan pegunungan, tentu udara disini  tak panas seperti pantai-pantai pada umumnya. Ombaknya pun tak terlalu tinggi sehingga pengunjung bisa berenang. 




4.    Pantai Sukamade
Pantai Sukamade juga berada di area Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Lokasinya tidak jauh dari Pantai Rajeg Wesi diatas, namun yang paling menarik adalah disini merupakan tempat bertelurnya penyu atau kura-kura yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Lokasinya masih sangat asri alami. Dari pusat kota Banyuwangi butuh waktu sekitar 4-5 jam menggunakan kendaraan Jeep atau sewa Hartp dari penduduk sekitar Banyuwangi.

5.    Pantai Teluk Hijau (Green Bay)
Pantai Teluk Hijau terletak di kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Letak pantai masih berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Pantainya juga masih alami dan indah. Apalagi dilihat dari bukit atau dari atas tebing di dekat pantai. Pantai ini masih satu jalur untuk menuju Pantai Sukamade dan Pantai Rajegwesi diatas.




6.    Pantai Pulau Merah (Red Island)
Pantai Pulau Merah juga merupakan spot surfing selain pantai Plengkung. Ombaknya cukup besar dan mengagumkan, apalagi ada sebuah pulau indah dekat pantai ini akan menambah sempurnanya wisata anda. Pantai Pulau Merah tergolong bersih dengan pasir putih yang mempesona. Saat senja tiba, anda pun masih bisa menyaksikan sunset.




7.    Pantai Watu Dodol
Pantai Watu Dodol merupakan pantai yang aksesnya paling mudah karena dekat dengan jalur utama Situbondo-Banyuwangi, tempat yang cocok untuk singgah dan refreshing kala melewati rute ini. Pantai Watu Dodol memiliki dua landmark, yaitu batu raksasa dan patung penari Gandrung. Batu raksasa terletak tepat di tengah jalan raya pembatas jalan berlawanan. Landmark kedua yang relatif baru adalahPatung penari gandrung tepat di bibir pantai. Pantai Watu Dodol tergolong bersih dan cantik. Air pantai Watu Dodol biru jernih dengan pasir yang di hiasi bebatuan menyerupai dodol  (batu dodol) di salah satu bibir pantai. Satu lagi yang unik di Watu Dodol, terdapat mata air tawar yang mengalir ke pantai tentu rasanya tawar dan bisa di minum.

8.    Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran merupakan salah satu tempat konservasi flora dan faune atau berbagai satwa liar yang langka dan dilindungi. Disini juga terdapat sebuah pantai indah namanya Pantai Bama. Untuk kesini tidak terlalau sulit karena banyak penginapan yang bisa dengan mudah sekali ditemukan baik disewakan oleh pengelola Taman Nasional Baluran maupun oleh penduduk sekitar.




9.    Agrowisata Kalibendo
Tempat ini terletak barat pusat kota Banyuwangi kira kira sekitar 20 km dari kota. Tepat pada jalur menuju kawah ijen. Wisata ini terdapat di dataran tinggi sehingga udaranya sejuk dan masih alami. Pemandangan khasnya adalah perkebunan cengkih, karet, kopi dan tanaman keras lainnya.
Di Kalibendo juga terdapat sungai yang jernih dan asri. Tidak heran jika Kalibendo menjadi tempat favorit pengunjung melepas kepenatan hiruk pikuk kota. Di sini juga terdapat Air terjun yang indah dan menjadi tempat favorit anak anak muda untuk berwisata bersama teman temannya.
Yang menjadi daya tarik utama dari tempat ini adalah udaranya yang sejuk dan suasana pedesaan yang masih tradisional. Tentu dengan adanya sungai yang jernih dan dingin menjadikan tempat ini lebih istimewa. Sebelum memulai perjalanan turun menuju sungai, ada sebuah lapangan sepak bola milik masyarakat kalibendo yang biasa digunakan untuk aktifitas olahraga atau aktifitas berkemah.

10.  Air Terjun Lider
Air Terjun Lider terletak di desa Sumber Arum, kecamatan Songgon. Lider adalah air terjun terbaik dan tertinggi di Banyuwangi. Medan menuju tempat ini tergolong relatif sulit sebagaimana Tawangmangu. Pengunjung harus terlebih dahulu menerobos jalan tanah tak beraspal, hutan serta perkebunan. Belum ada lokasi parkir yang dibuat pengelola praktis pengunjung harus memarkikr kendaraan di rumah warga. Setelah itu kita berjalan kaki menuju lokasi air terjun Lider. Sesampainya di bibir jurang, kita masih harus menempuh medan yang sulit dan tebing curam plus terjal yang akan menemani perjalanan anda. Di beberapa lokasi sebelum Air terjun utama Lider, kita dihibur dengan melintasi beberapa anak sungai dan air terjun kecil. Di sisi air terjun Lider juga terdapat air terjun kecil yang menkajubkan.

11.  Mangrove Blok Bedul
Kawasan wisata Blok bedul termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, terletak di desa Sumber Asri Kecamatan Purwoharjo. Kawasan Blok bedul terdiri dari daratan ujung lemarengan dan segoro anakan kurang lebih 500 m, sedang panjangnya sekitar 16 kilometer. disepanjang tepian segoro anakan terdapat tumbuhan mangrove yang masih alami dengan ketebalan dari bibir pantai rata-rata 300 m.
Dalam kawasan Blok bedul terdapat 27 jenis tumbuhan mngrove, beberapa jenis burung yang diantaranya adalah : merak, raja udang, elang laut, burung migran dari australia dan bangau. selain itu terdapat pula beberapa satwa yang dapat ditemui disana yaitu kera, biawak, kijang, babi hutan dan penyu.
Di wisata blok bedul ini, pengunjung dapat naik perahu menyusuri segoro anakan dengan naik perahu, yang oleh penduduk setempat dinamai gondang gandung. sambil menikmati pemandangan serta suasana hutan mangrove yang masih alami dengan aneka satwanya, dapat pula pengunjung melihat aktifitas penduduk setempat mencari kerang serta menjaring ikan.

12.  Pemandian Taman Suruh
Taman Suruh meruapak kolam renang atau pemandian yang airnya dari sumber alami dan sangat sejuk. Jadi selain sebagai tempat olah raga renang saat kesini, anda akan disuguhi pemandangan natural yang membuat hati jadi tentram.







Itulah beberapa tempat wisata di Banyuwangi yang bisa  anda kunjungi sebagai alternatif wisata akhir pekan anda bersama keluarga dan kerabat anda. Kemudian dari bidang perekonomian Banyuwangi memiliki potensi yang sangat besar, misalnya: tambang emas di Tumpangpitu-Sanggar, penghasil ikan terbesar yaitu di daerah Muncar, adanya transposrtasi kreta api, terdapat transportasi laut antara Banyuwangi – Bali yaitu Pelabuhan  Ketapang, dan juga alat transportasi udara yang terletak di Rogojampi.
Banyuwangi juga memiliki beragam kebudayaan seperti: Tarian Gandrung, Tarian Jaranan, Janger, Barong, kebo–keboan, kuntulan dan lain-lain. Kebudayaan ini salah satunya sudah dikenal sampai ke manca negara, misalnya tarian gandrung. Tarian gandrung ini juga digunakan sebagai maskot kota Banyuwangi. Terbukti dengan adanya patung yang terletak di antara perbatasan Banyuwangi – Jember.